Rabu, 04 Juni 2014

KITA DALAM SUATU MASA... SPS PLS ’13 adalah KELUARGA.. (Part 2)

Demam PAPARAZI

Cekrek.. cekrek.. biasanya kalau kita sadar suara kamera seperti itu pasti akan bergaya sebagus mungkin alias Narsis.. tapi apa jadinya kalau foto itu di ambil oleh seseorang tanpa kita sadari... aahhh.. coba bayangkan gimana hasil jepretannya???... dan kita sadar dipotret diam-diam setelah foto tersebut di share di dalam GrouP.. yaaa.. yang tak lain dan tak bukan di dalam group WhatsApp “Hot Nyus PLS S2 UPI 2013” dan disertai komentar dari semua anggota group dengan berbagai gaya dan ekspresi.. seperti.. “ciiieciie” atau “WooWW” atau “aku siH iYes” atau “hahahahahaha” dan lain lain.. (coba di inget inget lagi.. hahaha) dan hampir semua anggota Group menjadi Korban. (:

Menurut Wikipedia.com, istilah Paparazzi diartikan sebagai seorang fotografer yang mengambil foto orang lain secara diam-diam. Berikut ini ada beberapa foto yang diambil diam-diam oleh teman-teman saya yang usilnya minta ammpuun... -_-

>>> Ini terjadi ketika kegiatan perkuliahan, saat nunggu dosen maupun saat kelar kuliah dan kumpul bareng.. berbagai tingkahlaku aneh yang keliatan lucu dan ekspresi yang WoWW (o_0) yang berhasil di tangkap oleh paparazi-paparazi kelas yang tidak bisa disebutkan satu persatu..
Seperti apa foto-foto selebritis S2 PLS 2013 yang diambil secara diam-diam...

Let’s Check it ouT... :D

Tereeeeng teereeeengg>>>> (suara Music..))

>>>Don't judge people from the pictures.. Heehee :p <<<<




 Teman-teman..... ingatkah kalian kapan foto-foto ini di ambil dan siapa Paparazinya????
(tanyakanlah pada rumput yang bergoyang atau pada bulan,, haha)

Bagaimana perasaan Kalian melihat foto-foto ini ??
(tertawakah??, Sedihkah??, Marahkah?? atau Terharu??)

Niat saya cuma satu,,, hanya ingin mengukir kenangan bersama keluarga S2 PLS 2013 di UPI :)
SomeDay.... berharap foto-foto paparazi ini dapat membuat kita tertawa 
disela kesibukan kita masing-masing.. \(^_^) /




Bersambung.......

Selasa, 03 Juni 2014

UNICEF: Lihat Anaknya, Bukan Disabilitasnya



Meskipun ada kemajuan, inklusi sepenuhnya bagi anak-anak penyandang disabilitas di Indonesia masih terhambat.
Jakarta, 30 Mei 2013 - Anak-anak penyandang disabilitas maupun masyarakat sekitarnya akan mendapatkan manfaat yang baik, jika kita semua berfokus pada apa yang dapat mereka capai, daripada apa yang mereka tidak bisa lakukan, menurut laporan tahunan UNICEF – Situasi Anak di Dunia.
Berfokus pada kemampuan dan potensi anak-anak penyandang disabilitas akan memberikan manfaat bagi masyarakat secara menyeluruh, menurut laporan tersebut.
"Ketika Anda melihat disabilitasnya, dan bukan anaknya, bukan hanya akan keliru bagi sang anak, tetapi masyarakat pun tidak akan memperoleh semua yang dapat ditawarkan oleh anak tersebut," kata Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake. "Kerugian mereka adalah kerugian bagi masyarakat; manfaat mereka adalah manfaat bagi masyarakat."
Laporan ini memaparkan bagaimana masyarakat dapat mengikutsertakan anak penyandang disabilitas, karena ketika mereka berperan penuh dalam masyarakat, semua orang juga akan mendapatkan manfaatnya. Misalnya, pendidikan inklusif dapat memperluas cakrawala semua anak, dan juga memberikan peluang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk memenuhi ambisi mereka.
Lebih banyak upaya yang mendukung integrasi anak penyandang disabilitas akan membantu mengatasi diskriminasi dan mencegah mereka terdorong lebih jauh ke pinggiran masyarakat.
Indonesia sudah berinvestasi dalam memperkuat kerangka hukum dan meningkatkan kesempatan bagi anak penyandang disabilitas agar mereka dapat tumbuh dan mengembangkan potensi mereka.  Namun, masih banyak yang harus dilakukan.
“Terkadang, keluarga dan masyarakat masih malu jika anak mereka mempunyai disabilitas.  Anak-anak ini seringkali dikurung, dikucilkan dari sekolah dan masyarakat daripada didukung,” kata Angela Kearney, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia.
Bagi banyak anak-anak penyandang disabilitas, pengecualian dimulai pada hari-hari pertama kehidupan mereka, dengan kelahiran yang tidak didaftarkan. Dengan tidak adanya pengakuan resmi, mereka terputus dari layanan sosial dan perlindungan hukum yang penting untuk kelangsungan hidup mereka. Marjinalisasi mereka juga meningkat dengan adanya diskriminasi.
"Agar anak-anak penyandang disabilitas diperhatikan, mereka harus dihitung - saat lahir, di sekolah dan dalam kehidupan," kata Anthony Lake.
Laporan Situasi Anak di Dunia 2013: Anak Penyandang Disabilitas mengatakan bahwa anak-anak penyandang disabilitas adalah mereka yang sering kali tidak mendapatkan perawatan kesehatan atau bersekolah. Mereka adalah yang paling rentan mengalami kekerasan, pelecehan, eksploitasi dan penelantaran, terutama jika mereka tersembunyi atau ditempatkan dalam lembaga - seperti banyak dari mereka karena stigma sosial atau biaya ekonomi untuk membesarkannya.
Anak-anak penyandang disabilitas adalah mereka yang paling terpinggirkan di dunia.  Anak-anak yang hidup dalam kemiskinan cenderung tidak bersekolah, atau mengunjungi klinik kesehatan, tapi mereka yang hidup dalam kemiskinan, sekaligus memiliki disabilitas, akan lebih cenderung seperti itu.
Jender merupakan faktor kunci, perempuan penyandang disabilitas cenderung tidak mendapatkan makanan dan perawatan dibanding laki-laki.
"Diskriminasi atas dasar disabilitas adalah bentuk penindasan," menurut laporan tersebut.  Laporan juga mengatakan bahwa berbagai kekurangan menyebabkan eksklusi yang lebih besar bagi banyak anak-anak penyandang disabilitas.
Data akurat mengenai jumlah anak penyandang disabilitas, disabilitas apa yang dimiliki, dan bagaimana disabilitas tersebut mempengaruhi kehidupan mereka masih sangat terbatas. Akibatnya hanya sedikit dari pemerintah di dunia yang memiliki panduan yang dapat menjadi acuan untuk mengalokasikan sumber daya untuk mendukung dan membantu anak-anak penyandang disabilitas dan keluarga mereka.

Anak penyandang disabilitas di Indonesia
Hal yang sama juga terjadi untuk Indonesia. Menurut RISKESDAS 2007, sekitar 4 persen dari anak usia 15 sampai 19 tahun mengalami kesulitan yang signifikan pada setidaknya satu domain fungsional (penglihatan, pendengaran, berjalan, berkonsentrasi dan memahami orang lain serta perawatan diri) dan oleh karena itu dianggap sebagai hidup dengan disabilitas. Sensus 2010 menemukan bahwa sekitar 2 persen dari anak usia 0 sampai 14 tahun memiliki disabilitas. Dua persen dari semua anak usia 0 sampai 18 di Indonesia berjumlah sekitar 1,5 juta anak, empat persen dari jumlah semua anak akan meningkatkan jumlah total sekitar 3 juta anak-anak dan remaja yang hidup dengan disabilitas.

Apa yang harus dilakukan – Agenda UNICEF
Kemajuan sudah ada untuk inklusi anak penyandang disabilitas, meskipun tidak merata, dan laporan Situasi Anak di Dunia 2013 menyiapkan agenda untuk tindakan selanjutnya.
Sekitar sepertiga dari negara-negara di dunia sejauh ini gagal untuk meratifikasi Konvensi Hak Penyandang Disabilitas. Laporan ini mendesak semua pemerintah untuk meratifikasi dan melaksanakan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas dan Konvensi Hak Anak, dan mendukung keluarga agar dapat memenuhi biaya perawatan anak penyandang disabilitas yang lebih tinggi.
Indonesia menandatangani Konvensi pada tahun 2007 dan meratifikasinya pada tahun 2011. Namun, pemerintah belum meratifikasi Protokol Opsional terkait, yang memperkenalkan mekanisme pengaduan individu.
"Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk menandatangani Protokol Opsional dan untuk lebih memperkuat hak-hak anak penyandang disabilitas. UNICEF siap mendukung pemerintah dalam mengembangkan Rencana Aksi yang baru bagi Penyandang disabilitas, setelah program yang saat ini berakhir pada akhir tahun 2013. Kami juga berharap bahwa Rencana Aksi yang baru akan terintegrasi ke dalam Rencana Pembangunan Nasional baru Jangka Menengah (RPJMN),” kata Angela Kearney.
Laporan Situasi Anak di Dunia 2013 mengajak untuk bertindak melawan diskriminasi di kalangan masyarakat umum, pembuat keputusan dan penyedia layanan penting seperti pendidikan dan kesehatan.
Badan-badan internasional harus memastikan dukungan dan bantuan yang mereka berikan kepada negara konsisten dengan Konvensi Hak Anak dan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Mereka harus mempromosikan agenda penelitian global bersama tentang disabilitas untuk menghasilkan data dan analisis yang akan memandu perencanaan dan alokasi sumber daya, menurut laporan ini.
Ini menekankan pentingnya melibatkan anak-anak dan remaja penyandang disabilitas melalui konsultasi dengan mereka dalam mendesain dan dan mengevaluasi program dan layanan bagi mereka.
Dan semua orang akan mendapatkan manfaatnya ketika pendekatan inklusif memasukkan aksesibilitas dan desain universal lingkungan untuk digunakan oleh semua semaksimal mungkin tanpa perlu adaptasi.
"Jalan ke depan masih penuh tantangan," kata Anthony Lake, "Tapi anak-anak tidak dapat menerima batasan yang tidak perlu. Begitu juga dengan kita."
# # #

Untuk membaca The State of the World’s Children 2013: Children with Disabilities dan melihat materi multimedia tambahan, silakan kunjungi:
http://weshare.unicef.org/C.aspx?VP3=SearchResult&PSID=2AM4GJKZZUU&IT=Thumb_Grid_M_Details_NoToolTip

Senin, 02 Juni 2014

Pendidikan Anak Sejatinya Dimulai Sejak Memilih Jodoh

Malam itu, Umar bin Khattab kembali berkeliling melihat kondisi rakyatnya. Sengaja, selain bertemu dan melayani rakyatnya di siang hari, Umar bin Khattab juga memanfaatkan waktu malam agar ‘inspeksi’-nya tidak diketahui oleh orang lain. Dengan demikian, ia dapat melihat sisi lain kehidupan rakyatnya.
Tiba di dekat sebuah rumah, Umar bin Khattab mendengar dialog yang menyentuh jiwanya. “Campur saja susu itu dengan air, Nak. Orang lain melakukan seperti itu,” suara perempuan tua terdengar dari rumah itu.
“Amirul mukminin melarang itu, Bu” sang anak menolak dengan halus. Suaranya menggambarkan takdzim pada sang ibu.
“Amirul mukminin tidak akan tahu”
“Tapi Allah Maha Mengetahui, Bu”
Allahu akbar. Mendengar hal itu, Umar bin Khattab terenyuh. Hatinya tersentuh. Ada seorang gadis yang memiliki keimanan begitu tinggi.
Esoknya, Umar bin Khattab memerintahkan putranya untuk menikah dengan gadis itu. Dari pernikahan keduanya, kelak lahirlah keturunan shalih yang memiliki banyak kemiripan dengan Umar bin Khattab. Dialah Umar bin Abdul Aziz; khalifah yang hanya dalam masa 2,5 tahun berhasil mengubah maknawiyah dan kesejahteraan rakyatnya hingga tidak ada yang mau menerima zakat.
***
Suatu hari, seorang pemuda menemukan buah delima terbawa arus sungai. Dalam kondisi lapar yang menderanya saat itu, ia pun memakannya. Tiba-tiba ia sadar, buah itu milik siapa hingga ia berani memakannya? Ia pun menelusuri asal buah itu dan setelah menemukan pohonnya, ia menemui pemiliknya.
“Aku minta kehalalan buah yang telah kumakan tersebut,” pintanya, membuat sang pemilik kagum dengan kepribadiannya.
“Baiklah, aku akan menghalalkan buah itu dengan syarat kau mau menikahi putriku”
“Baiklah”
“Perlu kau ketahui, bahwa putriku itu buta, tuli dan bisu. Kau bersedia?”
Sungguh aneh, demi mendapatkan kehalalan buah yang telah dimakannya, sang pemuda tak membutuhkan waktu lama untuk mengiyakan. “Insya-allah, Pak” jawabnya mantap.
Tibalah hari pernikahan itu. Dan betapa kagetnya sang pemuda, gadis yang dinikahinya ternyata sangat cantik, tidak buta, tidak bisu dan tidak tuli. Saat ia menanyakan kembali kepada pria yang kini jadi mertuanya, ia mendapatkan jawaban: “Putriku buta, maksudnya matanya tidak pernah melihat maksiat. Ia bisu, maksudnya tidak pernah berbicara dusta, tidak pula pernah ghibah. Dan ia tuli, karena telinganya tidak pernah mendengar bunyi dan suara yang diharamkan.”
Allahu akbar! Pernikahan keduanya pun menjadi pernikahan barakah. Dari keduanya, kelak lahirlah seorang ulama besar yang hingga kini namanya tetap abadi dan ijtihadnya terus diikuti; Imam Syafi’i.
***
Dalam Islam, pendidikan anak sejatinya dimulai sejak memilih jodoh. Sebab, dari rahim sang ibulah anak lahir. Dari hubungan suami dan istrilah sang ibu mengandung.
Karenanya Rasulullah menasehati para pemuda untuk memilih istri atas dasar agamanya. “fadhhar bidzaatid diin, taribat yadaak; pilihlah wanita yang baik agamanya agar kalian beruntung.” Keberuntungan di sini bukan hanya soal rumah tangga mereka, cinta kasih mereka, kehidupan pernikahan mereka, tetapi juga keturunan mereka.
Bagaimana dengan muslimah, Saudariku? Muslimah juga sama, dinasehati agar memilih jodoh yang baik agamanya, mulia akhlaknya. Karenanya Rasulullah berpesan kepada para orangtua, jika ada lelaki shalih yang melamar anaknya, agar ia diterima.
Memilih jodoh adalah langkah pertama dalam pendidikan anak. Sebab lelaki shalih dan wanita shalihah yang telah menjadi suami istri, mereka akan menjaga adab Islam. Saat merencanakan dan berikhtiar memiliki anak, mereka niatnya mulia. Saat beraktifitas yang mengundang lahirnya keturunan, mereka berdoa dan memenuhi adab-adabnya sehingga kelak anaknya tidak mudah diganggu/digoda syetan. Suami yang shalih menafkahi istri dengan nafkah halal. Halal pula yang dikonsumsi janinnya. Ketika anak sejak di dalam kandungan hingga lahir menjadi bayi dan seterusnya hanya mengkonsumsi yang halal, insya-allah ia lebih mudah menjadi anak yang shalih. Lebih mudah dididik dengan akhlak Islam.
Seperti apa engkau nanti mengasihi dan memperlakukan janinmu saat hamil juga dipengaruhi oleh laki-laki model apa yang menjadi suamimu. Jika ia shalih dan penyayang, ia pun menyayangimu dan janinmu. Mendukungmu membaca Qur’an untuk calon bayi dalam kandungan, bahkan ia pun turut tilawah sambil memegang perutmu. Hingga kelahiran tiba dan hidup di alam nyata, bayi dan anak-anaknya pun terbiasa dengan Al Qur’an, daripada musik dan nyanyian yang tidak jelas.
Saudariku, begitu banyak penjelasan yang bisa kau kembangkan atau kita lanjutkan di lain waktu. Bahwa pendidikan anak sejatinya dimulai sejak kita memilih jodoh.

http://webmuslimah.com/pendidikan-anak-sejatinya-dimulai-sejak-memilih-jodoh/


(my Hope: Ya Allah pertemukanlah hamba dengan Seorang laki-laki pilihan TerbaikMu yang mencintaiku selamanya, menjadi imam di keluarga serta menjaga aku dan anak-anakku kelak) aamiin....

Kamis, 22 Mei 2014

KITA DALAM SUATU MASA... SPS PLS ’13 adalah KELUARGA.. (Part 1)

INTRODUCTION

Lebih kurang setahun yang lalu kita bertemu, saling kenal satu sama lain dari berbagai suku bangsa di Indonesia dan satu persatu dari mereka pun ada yang pergi meninggalkan keluarga baru ini karena berbagai kepentingan.. awalnya keluarga kami ini berjumlah 17 orang, namun 3 diantaranya (Rabbana, M.arif, dan Bu Linda) pergi dan menyisahkan kami yang 14 orang ini sebagai Agen Pembaharu bagi pendidikan di masyarakat..
Kita adalah satu... kita adalah saudara... walaupun berbeda status, suku, karakter, dan visi namun kita tetap solid satu sama lainnya... untuk itu saya dengan bangga sekali ingin mengenalkan saudara-saudara saya yang luar biasa (dari yg sepuh sampai yg bontot, hehe...  :P)

1.  Dino Mulyono
     Batik, batik dan batik merupakan baju yg hampir setiap kuliah di pakai oleh alumni PLS UPI angkatan ’03 ini. Kang Dino biasa kami menyapanya, asli sunda dan tinggal di Cimahi, Dia merupakan bapak dari 1 anak yang sangat luar biasa, selain kuliah dia juga dosen di salah satu sekolah tinggi yang tersohor di cimahi, kalau sudah kehabisan pertanyaan atau gak ada yang bisa menanggapi saat kuliah kang dino lah sang penyelamat layaknya “Super Hero” . Kami bangga bisa mengenal dia yang memiliki wawasan luas, santun dan berwibawa.

2. Shomedran (15 Mei)
     Kak Somed berasal dari Bengkulu, alumni PLS UNIB ’06 ini juga telah memiliki anak (azzam) yang lucu dan istri yang sangat supel, keluarga kecil mereka sering ikut kumpul kalau lagi acara kelas. Sebelum melanjutkan kuliah pascasarjana, dia juga sempat mengajar (dosen) UT di Bengkulu. Sosok dia merupakan bapak yang bertanggung jawab terhadap anak dan istrinya dengan membawa mereka hijrah dari Bengkulu ke Bandung. Oh iya kak Somed juga mendapatkan Beasiswa BPPDN dari Dikti sehingga biaya kuliah pun Grastisss..

3. Ema Sumiati (9 Agustus)
      Bararewel... yah.. orang asli Bandung ini bawelnya minta ampun.. tapi baiikkk.. :D Teh Ema juga Alumni PLS UPI ’07.  Dia adalah sosok kakak perempuan yang dewasa dan mengayomi di kelas kita walaupun bawelnya banyak. Datang telat ah.. udah biasa. Yang paling senang dia suka bawa jajanan ke kelas karena pasti cepat larisnya (yaiyalah Gratiss..). Selain kuliah dia juga nyambi d PKBM dan Online Shop. Hobinya jalan-jalan, belanja dan bawa cemilan. Dia adalah sosok wanita Pekerja Keras.

4.  Risa Santosa (5 Januari)
   Ya.. ya.. nanti ya.. bla..bla..bla.. ya.. hmm itu sering kami dengar di dalam kelas ketika kak Risa ngomong... :D Dia alumni PLS UNJ ’06, asalanya dari Bogor dan yang sangat mengharukan sekali dia juga perjalanan PP Bogor-Bandung menggunakan Motorcycle mungkin Bogor-Jakarta juga gitu kali yaa?!.. ckckckk selain kuliah dia juga ngasdos d kampus lamanya di Jakarta. Orangnya sabar dan lembut banget kalau ngomong dan dewasa serta sangat hemat (katanya uang beasiswa di depositoin semua tuh buat modal kawin,, hehehe).

5. Muhammad Asri (4 April)
      Apakareba.. Baji baji (eitss jgn sampe keseleo jg Baji - -an.. hihiihi)...  Asri alumni PLS UNM ’08 katanya sih dari Makasar.. Suka berfilsafat dan rajin membaca (mungkin yaa..) terkenal dengan orang yang keras dan hobi berantem karena asal daerahnya dan mencoba merubah diri menjadi lembut dengan hijrak ke bandung (ini kata dia yaa.. J). Selain itu dia juga barengan sama dosen kesayangannya melanjutkan studi di pascasarjana UPI.

6. Sandra Permana (1 Mei)
      Banten, kalau mendengar kota itu pasti selalu dikaitkan dengan Debus dan mistik... yups.. dari sana lah dia berasal. Sandra adalah alumni PLS UNTIRTA ’06, kata mama Peny dia paling gagah diantara kaum adam (bikin yang lain pada keki.. hahaha mungkin mama Peny kurang tidur waktu liat dia.. hihi).. sosok yang tegas, wawasannya luas,  suka beretorika (blaa..blaa..blaa), aktivis politik dan organisasi..

7. Peny Nugrohowati (16 Maret)
      Tinggal di Cileunyi arah-arah dekat ke Jakarta gitu katanya, tp ngomongnya medoG Jawa banget.. hehe dan ternyata dia hanya perantau saja di Jakarta. Peny alumni PLS UNJ ’08, dia anak pertama dari satu saudara (Tunggal maksudnya.. hihi). Dia adalah sekretaris di kelas kami. Liat Peny ingat Jepang, mungkin Jepang adalah Negeri Impian yang ingin sekali dia kunjungi, semua berbau Jepang dia sukai, mulai dari Ghibli movies, music Japanese, ect..  kami doakan semoga cita-citanya belajar ke negeri Sakura cepat terealisasikan.. aamiin (:
  
8. Saktika Rahma Fajarwati (1 September)
  Santai wae lah.. Keberuntungan adalah prinsip hidupnya.. dan memang benar keberuntungan selalu berpihak pada dia saat belum ngerjain tugas dosennya gak masuk dan banyak lagi yang lain. Tika berasal dari Majalengka, dia alumni PLS UPI ’08, kalau udah liat makanan atau jajanan pasti pengen di beli dan bilang eenaakk... ckckck. Awal april 2014 dia menikah, sering banget bilang lg diet tapi badannya aahhh.. susah ahh ngomongnya.. mungkin karena hidupnya tambah Bahagia.. :D

9. Lili Dasa Putri (10 Maret)
    Masak... masak... masak.. (aq lg aq lg..) haha.. setiap ada makan-makan bareng di kosan dialah juru masaknya... (emang enak sihh J) hobinya masaak ya sudah seperti Bundo Kanduang.. gadis minang ini adalah lili, alumni PLS ’08 UNP. Dia adalah teman seperjuangan saya hijrah ke bumi siliwangi ini. Keahliannya menagih dan menghitung uang menjadikannya bendahara di kelas kami. Kalau mau jalan-jalan dan makan-makan kelas siap siap lah uang di kantong akan lenyap bagi yang nunggak bayar Kas.. hahaha. Sosok yang rajin, perhatian dan terkadang suka pusing sendiri.

10.  Ani Safitri (8 April)
     Universitas Ibnu Khaldun Bogor tempat dia bekerja, selain itu dia juga alumni dari universitas yang sama angkatan ’08 dan aktivis dari berbagai organisasi. Ani adalah cewek yang perfeksionis, taat aturan, seriosa sekali dan pribadi yang tertutup (habisnya jarang kumpul-kumpul bareng sihh,, hehe). Oh iya ani juga berbakat banget jd MC dan bahkan udah sering ngisi acara dimana-mana (suaranya bagus...) bisa didenger kalau lagi presentasi di dpan kelas.

11. Arif Rahman Hakim (17 April)
    Tingginya hampir 2 meter kali yaaa... (jangkung banget.. hihi). Arif berasal dari Karawang yang terkenal dengan Joged karawang (JUPE n DEPE) hehe. Alumni PLS UNJ’08 ini juga ngasdos seperti Kak Risa di UNJ. Cowok berkacamata ini kemana-mana membawa lemari berjalan (tas ransel) yang isinya lengkap banget mulai dari parfum, tisu, buku-buku, ect. Yang membuat tasnya berat berton-ton... selain itu dia juga sangat eksis dalam Media Sosial.. (apa-apa update.. bentar-bentar update.. hihi) (:

12. Muhammad Irfan Hilmi
    Nah ini baru presiden pro-rakyat (kata kang dino).. irfan adalah ketua angkatan kami.. kenapa begitu? Yaa biar lebih mudah akses ke dosen-dosennya karena irfan kesehariannya jg bekerja di Lab Jurusan PLS UPI. Dia adalah alumni PLS UPI ’08 satu angkatan dengan tika, asalnya dari Sumedang. Sosok yang baik (suka bawa makanan kalau pulang kampung..hihi), bijaksana, tenang, dan selalu mengambil keputusan atas kesepatakan bersama walaupun dia adalah ketua. Walaupun terkadang teledor (pelupa) mungkin karena terlalu sibuk, hehe.  

13. Faiz Noormiyanto (21 Oktober)
    Bro..broo..broo... semua orang di panggilnya Bro. (mungkin agak lemah dalam menghafal nama orang.. hihi). Faiz yang biasa dipanggil Mas bro oleh teman-teman  berasal dari kudus (asal lelek kebon.. hihi). Dia adalah alumni dari PLB’08 UNS solo. Ngakunya nyasar ngambil jurusan PLS yang gak linear dengan jurusan sebelumnya gara-gara Beasiswa BPPDN. (tapi itu Cuma alibi.. padahal dia senang bisa ketemu kita-kita di PLS. haha). Sosok yang peduli terhadap kaum disabilitas dan juga seorang penerjemah bahasa isyarat di seminar-seminar yang pesertanya Tuna Rungu.

14. Mega Nurrizalia (27 Maret)
     Finaly... tiba di saya (mega) sosok yang biasa-biasa saja yang hanya ingin memiliki banyak teman..  saya berasal dari Jambi (salah satu provinsi di pulau Sumatera,,hihi) alumni PLS UNP ’08 seangkatan dengan sahabat saya Lili, yaa.. kami berdua terkenal dari Padang. Saya sangat senang dan bahagia sekali berada di kelas ini, kenal dengan orang-orang hebat yang berasal dari daerah yang beragam. Suasana kekeluargaan yang sangat kental dan solidaritas tinggi sehingga membuat saya ingin menulis semua kenangan yang telah kita lalui bersama...

Itulah sosok 14 anggota keluarga kami SPS PLS UPI 2013... banyak cerita dalam kebersamaan kami ini baik dalam suka maupun duka... dan semuanya akan saya curahkan dalam tulisan selanjutnya... karena kalian semua begitu berharga untuk ku...


Bersambung...
Baris Depan (ki-ka): Tika, Saya (mega), Lili, Teh Ema
Baris Tengah (ki-ka): Kak Shomed, Asri, Arif
Baris Belakang (ki-ka): Faiz, Kang Dino, Peny, Irfan, Ani, Sandra, Kak Risa

Pengorbanan yang Mulia

Beberapa hari yang lalu.. seorang sahabat WG menelpon saya dan kami bercerita sangat banyak salah satu pembicaraan kami mengenai cinta yang tak harus memiliki dan sahabat saya ini bercerita sedikit tentang kisah cinta sahabat nabi Salman Al-Farisi dan kemuliaan hatinya. Kisahnya lengkapnya seperti ini:

Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.
Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.
Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah, pelamaran.
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.
”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”
Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah  dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.
Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]
SUBHANALLAH... 

Jumat, 18 April 2014

Langkah Ku

27 Maret 2014
hari itu tepat 23 hari yang lalu....
perayaan Ulang Tahun saya yang pertama kali di kota Bandung..
hari itu tepat usia saya 23 Tahun.. Ooohh.. sudah semakin berumur rupanya saya.. (:
saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena satu persatu impian dan cita-cita saya terwujud. saat masih kuliah S1 di Universitas Negeri Padang beberapa tahun yang lalu saya memiliki impian untuk melanjutkan ke pasca sarjana UPI di bandung dan Alhamdulillah I geT it.. plus dengan Scholarship DIKTI juga.. semua serasa mimpi yang benar-benar nyata..

tepat hari kamis malam, saya mendapatkan surprise dari kesayangan saya...
saat itu saya hampir terlelap dalam mimpi malam itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang memanggil nama saya.. dan pintu pun saya buka... terlihatlah 4 sosok orang yang saya kenal membawa kue karakter Kerropi kesukaan saya dengan lilin "23" yang menyala di atasnya...
oohh Tuhan,,, saya sungguh Terharu... (':
saya binggung tentang perasaan saya saat itu... ahhh.. awasome!!!! mereka seperti saudara, sahabat dan keluarga baru bagi saya di Green Apartment 96 ini.. (Lili, Eni, Asri, Virgin n Indri) You are My Everything !!!!! love you all.. bangga punya Kalian.. :-* Terima Kasihhhh Love You <3

                                          dari kiri bersama: Virgin, eni, indri, asri n lili (;

                                                         Thanks for the gift.. ^_^ i like it..

                                                            Mega sayang Kaliiiann,,, :-*

                                          Kue Karakter Kerropi dan lilin "23" yang menyala...

Terima Kasih ya Allah.. semoga umur saya berkah... dan harapan saya selanjutnya adalah bisa menyelesaikan study saya tepat waktu (tahun Depan = 2015) dan berharap diberikan Jodoh yang Terbaik menurutNya baik untuk agama, dunia, akhirat, masa kini dan masa yang akan datang.. Aamiin...
#pengen seperti pasangan icha dan dude# x_x
M'NR