Minggu, 01 November 2015

"Rumah AsaKu" Part 1

Tak terasa sudah setahun lebih saya tidak lagi menulis di blog ini. Kalau disebutkan alasannya kenapa? yang ada hanya sederetan jawaban untuk pembenaran diri saja. hhe

Impian Untuk Desaku Tercinta
(Desa Pandan Lagan, Kec. Geragai, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi)

Terkadang telalu banyak impian yang ingin ku capai membuat aku hanya terlena dengan angan-angan mimpiku saja tanpa melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Galau, Gelisah, Gundah, Gulana,.. itulah perasaan yang ku rasakan setelah beberapa minggu aku resmi mendapatkan gelar Master Pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi di Bandung.

Saat itu di kampung ku sedang dilanda kabut asap yang pekat. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang kampung untuk menghilangkan perasaan yang tak menentu itu. Segunung rencana-rencana untuk mewujudkan mimpiku ku bawa ke kampung halaman dengan niat memajukan desaku menjadi desa yang sadar akan pentingnya pendidikan dan membuat masyarakatnya gemar belajar. Ataupun suatu saat nanti desa ku bisa menjadi salah satu desa percontohan di provinsi Jambi dalam menjalankan pendidikan nonformalnya.

Memang benar, yang nama nya memulai itu paling sulit karena melawan diri sendiri. Ada rasa malas, takut, gak pedean, masyarakat nanti mikirnya macem-macem dan banyak lagi pikiran negatif menyerang dalam diriku. Penyakit yang paling bahaya itu adalah SOMBONG, merasa mampu dengan kemampuan sendiri danmerasa paling pintar sehingga menganggap diri sendirilah yang bisa melakukan segalanya tanpa perlu meminta bantuan kepada orang lain ataupun orang terdekat walaupun sekedar saran. Penyakit itu sempat menjangkit di diriku dan akhirnya aku pun stress sendiri, padahal ada orang tuaku yang lebih banyak memiliki pengalaman. Akhirnya akupun mulai membuka diri dengan mereka dengan menceritakan maksud dan niat yang ingin aku wujudkan untuk desaku ini.

Diluar dugaanku, ya Allah... selama ini ternyata aku terlalu angkuh.. L

Ayah dan ibu sangat mendukung apa yang ingin aku lakukan, berbagai masukan dan saran mereka berikan kepadaku yang juga membuka mata hati dan pikiranku... aku terharu.

Akhirnya tepat tanggal 1 Oktober 2015, aku mulai menjalankan program ini di mulai dari anak-anak usia dini dan sekolah dasar dan aku beri nama “Rumah AsaKu” dengan niat Lillahitaala untuk mewujudkan masyarakat gemar belajar. Siapa partner ku? itulah yang sulit ku temukan karena aku ingin mereka adalah pemuda-pemuda yang aktif dan memiliki rasa peduli terhadap pendidikan. Saat ini mungkin yang menjadi partnerku adalah si bungsu “Bella”.

Hari pertama, baru ada 6 anak yang belajar, 2 orang AUD dan 4 orang usia sekolah dasar. Kegiatan belajar bersama ini mengambil waktu bermain mereka sebelum mereka mengaji sorenya. Kegiatan ini bukan mengambil waktu bermain mereka melainkan mengarahkan cara bermain mereka menjadi bermanfaat sehingga aku menamakan kegiatan ini Bermain sambil Belajar yang dilaksanakan mulai pukul 14.00-16.00 setiap harinya. Dan hari-hari berikutnya anak-anak sendiri meminta untuk diadakan belajar juga pada pukul 10.00-12.00 ketika sekolah mereka diliburkan karena kabut asap.

Alhamdulillah... Bahagia rasanya ketika sedikit demi sedikit mimpi-mimpi ku mulai terlaksana meskipun baru seujung kuku.

Kegiatan yang kulakukan ini tanpa paksaan agar anak-anak harus mengikuti kegiatan ini tapi atas keinginannya sendiri dan dorongan dari orang tua mereka tentunya. Metode yang kuberikan yang utama adalah membaca dengan diseling kegiatan bermain dan hitungan dasar. Aku memilih membaca menjadi fokus utama karena anak-anak usia sekolah dasar disini masih banyak yang masih mengeja dalam membaca sehingga untuk menjadikan mereka gemar membaca haruslah membuat mereka lancar membaca terlebih dahulu.


Tidak terasa kegiatan ini telah berjalan selama 1 bulan, dan anak-anak yang ikut bergabung pun mulai bertambah dengan berbekal informasi dari satu anak ke anak yang lain. Bismillah.. Lihatlah beberapa kegiatan kami ini kawan, dan doakan semoga apa yang kami semua impikan bisa tercapai.. aamiin J